Polri Hadir di Posko Pengungsian Barangkolong, Jaga Keamanan dan Berikan Edukasi Kebencanaan
tribratanewsmanggarai.com_
Reo, Sabtu 12 September 2026 – Kepolisian Resor Manggarai melalui Polsek Reo terus menunjukkan kepedulian dan kehadirannya di tengah masyarakat yang masih berada di posko pengungsian pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah Pulau Flores.
Pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 08.00 Wita hingga selesai, Kanit Binmas Polsek Reo, Aiptu Amirudin, bersama personel Polsek Reo, personel Brimob dan staf Posko Barangkolong melaksanakan kegiatan pengamanan di Kamp Pengungsian Barangkolong sekaligus menyambangi tenda-tenda pengungsi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan kamp pengungsian tetap aman, tertib dan kondusif. Selain melaksanakan pengamanan, personel juga berinteraksi secara langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Dalam kesempatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Reo mengajak seluruh warga pengungsian untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa keamanan di lingkungan pengungsian merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kepedulian dan kerja sama antara warga dengan aparat keamanan.
Warga juga dihimbau untuk tidak melakukan tindakan maupun kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan di dalam kamp pengungsian. Situasi pengungsian yang dihuni oleh banyak warga membutuhkan rasa saling menghargai, kepedulian serta kesadaran untuk menjaga kenyamanan bersama.
Personel Polri juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan pribadi maupun keluarga selama berada di lokasi pengungsian. Warga diminta untuk selalu waspada terhadap kondisi lingkungan, terutama tempat-tempat yang berpotensi mengalami bencana susulan.
Selain menjaga Kamtibmas, kegiatan tersebut dimanfaatkan personel untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila kembali terjadi gempa bumi.
Masyarakat diberikan pemahaman agar tetap tenang, tidak panik dan segera mencari tempat yang aman ketika terjadi gempa. Warga juga diingatkan untuk memperhatikan jalur evakuasi serta mengikuti arahan petugas apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi dari lokasi pengungsian.
Edukasi kebencanaan tersebut dinilai penting mengingat masyarakat yang berada di Posko Barangkolong masih berada dalam situasi pascabencana. Dengan memiliki pengetahuan mengenai cara menyelamatkan diri, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Kehadiran personel Polri di tengah-tengah warga pengungsi juga menjadi bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, anggota Polri berupaya membangun komunikasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih berada dalam kondisi penuh keterbatasan akibat bencana.
Dalam kegiatan sambang tersebut, personel juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun menghadapi permasalahan selama berada di kamp pengungsian. Warga dihimbau agar tidak ragu menyampaikan setiap gangguan Kamtibmas maupun kondisi darurat kepada aparat kepolisian.
Masyarakat juga diberikan informasi bahwa apabila terjadi gangguan Kamtibmas maupun bencana alam, warga dapat segera menghubungi aparat Kepolisian atau melaporkannya kepada Polsek untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan, khususnya dalam situasi pascabencana yang membutuhkan perhatian serta kesiapsiagaan semua pihak.
Dalam pelaksanaan kegiatan, kekuatan personel yang terlibat terdiri dari dua personel Polsek Reo, satu personel Brimob dan satu orang staf Posko Barangkolong. Sinergitas antara unsur kepolisian dan pengelola posko tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan pengungsian.
Kegiatan pengamanan dan sambang juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara anggota Kepolisian dengan masyarakat. Interaksi langsung antara petugas dan warga diharapkan dapat membangun rasa saling percaya serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Di tengah kondisi pascabencana, keberadaan aparat keamanan tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pendampingan dan rasa aman kepada masyarakat. Karena itu, personel Polsek Reo terus berupaya hadir dan berkomunikasi langsung dengan warga di lokasi pengungsian.
Kehadiran Polri di Posko Pengungsian Barangkolong diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus mendorong warga untuk tetap menjaga kebersamaan selama menjalani masa pengungsian.
Dari kegiatan tersebut, tercipta sinergitas dan silaturahmi antara anggota Kepolisian dengan masyarakat di Kamp Pengungsian Barangkolong. Komunikasi yang terjalin dengan baik menjadi modal penting dalam menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas(Alvzz)


