Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa, Satlantas Polres Manggarai Gelar Trauma Healing di Camp Pengungsian

Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa, Satlantas Polres Manggarai Gelar Trauma Healing di Camp Pengungsian
Pulihkan Trauma Anak Korban Gempa, Satlantas Polres Manggarai Gelar Trauma Healing di Camp Pengungsian

tribratanewsmanggarai.com_

Manggarai – Suasana penuh keceriaan mewarnai camp pengungsian korban bencana alam gempa di Lapangan SDI Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Senin (31/8/2026). Di tengah kondisi para pengungsi yang masih menghadapi dampak bencana, jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai hadir memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak korban gempa melalui kegiatan trauma healing.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 10.30 WITA hingga selesai oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Manggarai bersama sejumlah anggota. Kegiatan ini secara khusus menyasar anak-anak yang berada di camp pengungsian dan terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana alam gempa bumi.

Bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap bangunan dan lingkungan, tetapi juga dapat meninggalkan pengalaman yang membekas bagi masyarakat, terutama anak-anak. Suasana kehilangan tempat tinggal, lingkungan yang berubah, serta rasa takut akibat guncangan gempa dapat memengaruhi kondisi emosional dan psikologis anak.

Melihat kondisi tersebut, personel Satlantas Polres Manggarai berupaya menghadirkan suasana berbeda bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Trauma healing dilakukan dengan pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak, yakni melalui kegiatan bermain dan hiburan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain bersama anggota kepolisian. Interaksi yang dibangun berlangsung secara santai dan penuh keakraban sehingga anak-anak dapat sejenak melupakan suasana sulit yang mereka alami setelah bencana.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian anak-anak adalah kesempatan untuk berkeliling menggunakan mobil patroli Polisi Lalu Lintas. Dengan penuh antusias, anak-anak mengikuti kegiatan tersebut. Senyum dan keceriaan tampak ketika mereka mendapatkan pengalaman baru bersama personel kepolisian.

Kehadiran mobil patroli yang biasanya digunakan dalam pelaksanaan tugas kepolisian menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman positif bagi anak-anak. Melalui kegiatan sederhana tersebut, polisi berusaha membangun kedekatan sekaligus memberikan rasa aman kepada anak-anak yang berada di camp pengungsian.

Kegiatan trauma healing juga menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam situasi bencana. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami tekanan emosional ketika menghadapi peristiwa bencana alam. Karena itu, memberikan ruang bagi mereka untuk bermain, tertawa, dan berinteraksi menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan psikologis.

Selain memberikan hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi personel kepolisian untuk berkomunikasi secara langsung dengan anak-anak dan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian. Pendekatan humanis seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa nyaman dan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di tengah situasi darurat.

Bagi anak-anak korban bencana, kesempatan bermain bersama dan mendapatkan perhatian dari anggota kepolisian menjadi pengalaman yang dapat membantu mengalihkan perhatian mereka dari suasana bencana. Keceriaan yang tercipta diharapkan menjadi energi positif bagi mereka untuk kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Kegiatan trauma healing ini sekaligus menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam situasi bencana, Polri juga hadir memberikan pelayanan kemanusiaan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek, termasuk kebutuhan psikologis anak-anak.

Satlantas Polres Manggarai berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan kepedulian dan pelayanan secara langsung. Kehadiran personel di camp pengungsian diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta dukungan moral bagi para korban bencana.

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, sementara personel kepolisian berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak korban bencana dapat memperoleh pengalaman positif dan secara perlahan mampu mengurangi rasa takut maupun kecemasan yang muncul akibat peristiwa gempa bumi.

Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas Polres Manggarai di Camp Pengungsian Lapangan SDI Robo berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kehadiran Polri di tengah anak-anak korban bencana menjadi pesan bahwa dalam situasi sesulit apa pun, masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan. Senyum anak-anak di camp pengungsian menjadi bagian kecil dari upaya bersama untuk membangun kembali semangat dan harapan setelah bencana.

“Polri Hadir, Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat dengan Sepenuh Hati.”(Alvzz)