Kisah Chelsea Maudina Ahmadi, Putri Buruh Harian Lepas Asal NTT yang Berhasil Lolos Taruni Akpol 2026

Kisah Chelsea Maudina Ahmadi, Putri Buruh Harian Lepas Asal NTT yang Berhasil Lolos Taruni Akpol 2026

tribratanewsmanggarai.com-

Kupang, NTT – Perjuangan, ketekunan, dan doa akhirnya mengantarkan Chelsea Maudina Ahmadi, putri asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih impiannya menjadi Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah sederhana sebuah keluarga yang hidup dari kerja keras sang ayah sebagai buruh harian lepas.

Chelsea, kelahiran Kupang, 13 April 2007, merupakan calon taruni yang mendaftar melalui Polresta Kupang Kota, Polda NTT. Ia adalah anak kedua dari dua bersaudara, putri pasangan Agus Ahmadi dan Anik Majid.

Bagi keluarga ini, keberhasilan Chelsea bukan sekadar lolos seleksi Akpol, melainkan bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.

Ayah Chelsea, Agus Ahmadi, sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia bekerja secara freelance di perusahaan ekspedisi. Ketika pekerjaan sedang sepi, ia beralih menjadi pengemudi ojek online demi memastikan dapur tetap mengepul.

"Bapak itu sehari-harinya freelance di ekspedisi. Kalau tidak ada pekerjaan, beliau ngojek online. Apa saja dikerjakan demi keluarga dan pendidikan anak-anak," tutur Anik Majid.

Di tengah kondisi ekonomi yang sederhana, Chelsea tumbuh dengan semangat pantang menyerah. Ia pernah mengikuti seleksi Akpol pada tahun 2025, namun harus menerima kenyataan gugur pada tahapan tes jasmani.

Kegagalan itu justru menjadi titik balik. Selama satu tahun penuh, Chelsea fokus memperbaiki kelemahannya dengan latihan fisik secara rutin. Tekadnya hanya satu, kembali mengikuti seleksi dan membuktikan bahwa ia mampu.

"Chelsea dua kali ikut tes Akpol. Tahun lalu gugur di tes jasmani. Setelah itu dia tahu kelemahannya di mana. Selama setahun dia berlatih sungguh-sungguh, karena memang cita-citanya menjadi taruni Akpol. Dia menjalani semua proses dengan penuh semangat," ungkap Anik.

Perjuangan panjang itu akhirnya terbayar lunas. Saat pengumuman kelulusan, kebahagiaan keluarga tidak mampu lagi dibendung.

"Perasaan saya tidak bisa diungkapkan. Puji syukur yang sangat mendalam, Alhamdulillah. Anak saya lulus melalui perjuangan yang luar biasa, tahap demi tahap, proses demi proses dijalani dengan senang hati karena memang ini cita-cita dan harapannya sejak lama," katanya dengan suara bergetar.

Anik mengaku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan kepada putrinya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda NTT dan panitia seleksi yang dinilainya telah memberikan pelayanan, pembinaan, dan kesempatan secara terbuka kepada seluruh peserta.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak Polda NTT dan seluruh panitia. Kami ini hanya rakyat biasa. Suami saya kerjanya hanya buruh harian lepas, kalau tidak ada pekerjaan di ekspedisi ya mengojek online. Tapi karena tekad anak kami begitu kuat, Allah membukakan jalan. Kami benar-benar sangat bersyukur," ujarnya.

Chelsea sendiri mengenyam pendidikan sejak TK Aisyiyah Bakunase, kemudian melanjutkan ke SD Inpres Bakunase 1, MTs Negeri Kota Kupang, hingga MAN Kota Kupang. Sejak sekolah, ia dikenal aktif dalam kegiatan baris-berbaris yang menjadi bekal penting dalam mengejar impiannya sebagai calon perwira Polri.

Meski memiliki nama keluarga yang identik dengan budaya Jawa, Chelsea lahir dan besar di Kota Kupang. Bahkan, menurut sang ibu, putrinya selalu bangga mengaku sebagai anak NTT.

"Tempat lahir Chelsea di Klinik Advent yang berada di atas Polda. Saya sering bilang, 'Kamu orang Timur ya.' Dia selalu menjawab, 'Memang saya orang Timur. Beta orang Timur!' Dia lahir, besar, sekolah, dan tumbuh di Kupang. Dia bangga menjadi anak NTT," tutur Anik sambil tersenyum.

Kisah Chelsea menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih siapa saja, tanpa memandang latar belakang ekonomi. Dari rumah sederhana milik keluarga buruh harian lepas di Kota Kupang, lahir seorang calon Taruni Akpol yang berhasil membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, doa, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

#Polda NTT  Penuh kasih