Bersama Pulihkan Luka Pascabencana, Polres Manggarai Gelar Trauma Healing untuk Anak Penyintas Gempa
tribratanewsmanggarai.com_
Manggarai – Kepolisian Resor Manggarai terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi. Dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, Polres Manggarai melaksanakan kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi yang berada di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WITA tersebut melibatkan 15 personel Konselor Polres Manggarai serta 3 personel dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran para konselor tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan dukungan psikologis dan membantu proses pemulihan emosional masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami dampak akibat bencana alam.
Sekitar 25 anak penyintas bencana alam gempa bumi menjadi sasaran dalam kegiatan trauma healing tersebut. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus pascabencana karena pengalaman menghadapi gempa dapat menimbulkan rasa takut, cemas, maupun tekanan emosional.
Melalui kegiatan trauma healing, para konselor berupaya menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan, dan penuh keakraban bagi anak-anak. Pendekatan yang dilakukan diarahkan untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka serta secara perlahan membangun kembali rasa aman setelah mengalami peristiwa bencana.
Kegiatan trauma healing tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pendampingan psikologis. Anak-anak diberikan ruang untuk berinteraksi dalam suasana yang positif sehingga perhatian mereka dapat dialihkan sejenak dari pengalaman sulit yang dialami akibat gempa bumi.
Kehadiran personel Konselor Polres Manggarai bersama personel Polda NTB menunjukkan adanya sinergitas dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Para personel hadir bukan hanya untuk menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga memberikan dukungan secara langsung kepada para penyintas, terutama anak-anak.
Bencana alam dapat meninggalkan dampak yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Kerusakan tempat tinggal, perubahan lingkungan, suasana pengungsian, serta pengalaman merasakan guncangan gempa dapat menjadi pengalaman yang berat bagi anak-anak. Oleh karena itu, dukungan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Manggarai berupaya membantu anak-anak kembali merasakan suasana yang aman dan menyenangkan. Pendekatan yang ramah anak diharapkan dapat membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan sekaligus memberikan semangat kepada mereka untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kegiatan trauma healing menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi bencana. Polri berkomitmen untuk hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan dan penanganan situasi darurat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para penyintas.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Anak-anak penyintas mengikuti kegiatan dengan baik dan mendapatkan perhatian dari para konselor yang terlibat.
Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, anak-anak penyintas juga mendapatkan snack. Pemberian tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana positif dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para penyintas, khususnya anak-anak, dalam menjalani proses pemulihan pascabencana. Dukungan yang diberikan secara berkelanjutan diharapkan mampu membantu anak-anak kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang.
Polres Manggarai juga terus mendorong sinergitas dan kepedulian seluruh pihak dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Pemulihan pascabencana membutuhkan kerja sama berbagai elemen, baik pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, maupun masyarakat.
Melalui Operasi Aman Nusa II Turangga 2026, Polri menunjukkan komitmennya untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk pelayanan humanis yang diharapkan dapat memberikan kekuatan dan semangat baru bagi para penyintas.
Kehadiran konselor di tengah anak-anak penyintas juga menjadi pesan bahwa proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali sarana dan prasarana yang rusak, tetapi juga pada pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, Polres Manggarai bersama Polda NTB terus berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat agar dapat bangkit dan melewati masa sulit pascabencana.
Seluruh rangkaian kegiatan trauma healing kepada anak-anak penyintas bencana alam gempa bumi di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.
“Polri Hadir, Peduli dan Bersama Masyarakat dalam Pemulihan Pascabencana.”(Alvzz)


