Peduli Korban Gempa, Bhayangkari Polres Manggarai Salurkan Bantuan Sembako dan Berikan Trauma Healing bagi Anak-Anak di Desa Nenu

Peduli Korban Gempa, Bhayangkari Polres Manggarai Salurkan Bantuan Sembako dan Berikan Trauma Healing bagi Anak-Anak di Desa Nenu
Peduli Korban Gempa, Bhayangkari Polres Manggarai Salurkan Bantuan Sembako dan Berikan Trauma Healing bagi Anak-Anak di Desa Nenu

tribratanewsmanggarai.com_

MANGGARAI – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi terus ditunjukkan oleh keluarga besar Polri di Kabupaten Manggarai. Kali ini, Bhayangkari Polres Manggarai bersama Bhayangkari Polsek Cibal dan personel Polsek Cibal hadir di tengah masyarakat Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, untuk menyalurkan bantuan sembako sekaligus memberikan pendampingan psikologis berupa trauma healing kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, mulai pukul 15.30 WITA hingga selesai, bertempat di halaman Kantor Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Bhayangkari bersama jajaran Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi. Tidak hanya memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis anak-anak yang turut merasakan dampak dan ketakutan akibat bencana.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Ny. Tantri Levi, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Polres Manggarai, Ny. Maria Charles Sitepu, serta sejumlah pengurus dan anggota Bhayangkari. Turut hadir Kapolsek Cibal beserta personel Polsek Cibal dan para ibu Bhayangkari Polsek Cibal.

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Ny. Oni Ndapa selaku Ibu Kabag Ops, Ny. Cordola Orlando selaku Ibu Kabag Sumdan, Ny. Linda B. Suharto selaku Ibu Kasat Samapta, Ny. Andi Harun selaku Ibu Kapolsek Cibal, Ny. Lisning S.E. Sugiarto selaku Ibu Kapolsek Reo, serta Ny. Nurul Farida Didok selaku Ibu Wakapolsek Cibal, bersama ibu-ibu Bhayangkari lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan kemanusiaan diserahkan langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai kepada Pemerintah Desa Nenu. Bantuan selanjutnya dipercayakan kepada pemerintah desa untuk diatur dan didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi warga di lapangan.

Adapun bantuan yang diserahkan berupa berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan untuk masyarakat, antara lain air mineral dalam kemasan gelas, spons, beras, biskuit Roma, sarden, selimut, popok, serta pembalut wanita.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat Desa Nenu yang terdampak bencana gempa bumi. Penyerahan bantuan melalui pemerintah desa juga dilakukan agar proses pendistribusian dapat berjalan tertib dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.

Selain memberikan bantuan sembako, kegiatan tersebut juga diisi dengan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak. Pendampingan ini diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang mengalami ketakutan dan trauma akibat gempa bumi.

Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Ny. Tantri Levi, bersama Wakil Ketua Bhayangkari Polres Manggarai, Ny. Maria Charles Sitepu, secara bergantian memberikan materi dan pendampingan kepada anak-anak yang hadir.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh keakraban. Anak-anak diajak berinteraksi, bermain, serta mengikuti kegiatan yang dapat membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang mereka alami setelah terjadinya bencana.

Suasana kegiatan trauma healing terlihat penuh keceriaan. Anak-anak yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan gembira. Mereka dapat berinteraksi secara bebas dalam suasana yang lebih santai sehingga diharapkan dapat membantu mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis akibat bencana yang mereka alami.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Bhayangkari yang tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan emosional dan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

Bencana alam tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik dan material, tetapi juga dapat meninggalkan rasa takut dan trauma, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam membantu mereka kembali merasa aman, nyaman, dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan trauma healing tersebut, Bhayangkari berupaya memberikan ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain, tertawa, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Pendekatan yang humanis diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis anak-anak secara bertahap.

Pemerintah Desa Nenu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Bhayangkari Polres Manggarai, Bhayangkari Polsek Cibal, serta jajaran Polri yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat Desa Nenu.

Ucapan terima kasih juga disampaikan atas pendampingan psikologis yang diberikan kepada anak-anak. Pemerintah desa berharap kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi rasa trauma dan ketakutan yang masih dirasakan oleh sebagian anak akibat bencana gempa bumi.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa Polri dan Bhayangkari senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi sulit seperti bencana alam. Kehadiran tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman, dukungan, serta semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama bangkit dan melewati masa pemulihan.

Bhayangkari Polres Manggarai berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara Bhayangkari, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan pemberian bantuan sembako dan trauma healing di Desa Nenu berlangsung hingga selesai dalam keadaan aman dan lancar. Bantuan yang telah diserahkan selanjutnya akan didistribusikan oleh Pemerintah Desa Nenu kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, pendampingan, dan kebersamaan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, bangkit dari rasa trauma akibat bencana.(Alvzz)