KAPOLRES MANGGARAI TERJUN LANGSUNG KE LOKASI TERDAMPAK GEMPA, INSTRUKSIKAN PERSONEL UTAMAKAN EVAKUASI KORBAN
tribratanewsmanggarai.com-
Ruteng, Manggarai – Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., terjun langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, Sabtu (15/8/2026).
Kehadiran Kapolres di lapangan merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memastikan proses evakuasi, penanganan korban, pengamanan lokasi terdampak serta pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.
Dalam arahannya, Kapolres Manggarai menginstruksikan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya melakukan evakuasi dan pertolongan terhadap korban yang masih berada di lokasi bangunan roboh maupun wilayah terdampak gempa.
“Prioritas utama kita adalah keselamatan masyarakat. Laksanakan evakuasi dengan cepat, tetap berhati-hati dan pastikan setiap korban mendapatkan pertolongan serta penanganan yang diperlukan,” tegas AKBP Levi Defriansyah.
Berdasarkan update data hingga pukul 17.20 WITA, tercatat sementara 21 orang meninggal dunia akibat bencana gempa bumi. Korban tersebut tersebar di RSUD Ruteng sebanyak 3 orang, Kecamatan Langke Rembong 2 orang, Kecamatan Reok 10 orang, Kecamatan Reok Barat 4 orang, Kecamatan Cibal 1 orang dan Kecamatan Cibal Barat 1 orang.
Polres Manggarai terus berkoordinasi dengan posko penanggulangan bencana bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, tenaga medis dan unsur terkait lainnya untuk mempercepat proses evakuasi serta pendataan korban.
Kapolres juga menyampaikan bahwa jumlah korban masih dimungkinkan bertambah mengingat sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan roboh, khususnya di wilayah Kecamatan Reok yang hingga saat ini masih dalam proses evakuasi dan pencarian korban.
Selain melakukan evakuasi, Polres Manggarai turut memberikan dukungan terhadap penanganan korban dengan mendirikan tenda darurat di sejumlah titik terdampak, termasuk di sekitar RSUD Ruteng dan Lapas Manggarai. Tenda tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan dan perawatan masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, kondisi RSUD Ruteng juga menjadi perhatian serius. Hingga pukul 17.20 WITA, tercatat sebanyak 165 pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang didirikan di halaman RSUD Ruteng dan ruas jalan di depan rumah sakit.
Kapolres Manggarai juga mengerahkan personel untuk melaksanakan patroli di sejumlah wilayah, antara lain permukiman penduduk, pertokoan, perkantoran, terminal dan lokasi-lokasi lainnya. Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas pascabencana.
Dalam kegiatan patroli, personel turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Polres Manggarai juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah situasi darurat.
“Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Percayakan informasi resmi kepada pemerintah, aparat keamanan dan pihak berwenang,” imbau Kapolres.
Dari hasil pendataan sementara, bencana gempa bumi juga berdampak terhadap 351 fasilitas, yang terdiri dari fasilitas pemerintah, pendidikan, fasilitas umum, tempat ibadah dan fasilitas masyarakat.
Untuk fasilitas pemerintah tercatat 9 fasilitas terdampak, dengan rincian 7 rusak berat, 1 rusak sedang dan 1 rusak ringan. Fasilitas pendidikan sebanyak 2 bangunan mengalami rusak berat.
Sementara fasilitas umum sebanyak 7 fasilitas terdampak, terdiri dari 5 rusak berat dan 2 rusak ringan. Tempat ibadah sebanyak 3 fasilitas terdampak, dengan rincian 2 rusak berat dan 1 rusak sedang.
Adapun fasilitas masyarakat menjadi yang paling banyak terdampak, yakni sebanyak 330 fasilitas, terdiri dari 290 rusak berat, 8 rusak sedang dan 32 rusak ringan.
Pasca bencana, Kapolres Manggarai terus melakukan koordinasi dengan posko penanggulangan bencana serta seluruh unsur terkait guna menyusun dan melaksanakan langkah-langkah konkret dalam penanganan dampak gempa bumi, termasuk proses evakuasi, pelayanan korban, pengamanan wilayah dan pendataan kerusakan.
AKBP Levi Defriansyah juga menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia serta keprihatinan kepada masyarakat yang mengalami luka-luka maupun kehilangan tempat tinggal dan mengalami kerusakan rumah akibat bencana gempa bumi.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.
Kapolres Manggarai mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu, saling membantu dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama masa tanggap darurat.
“Mari kita bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bencana gempa bumi ini tidak kembali terjadi, serta seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan dan kesehatan,” tutup Kapolres Manggarai.
Polres Manggarai memastikan seluruh personel tetap siaga dan akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat, mengamankan wilayah terdampak serta mendukung seluruh proses penanggulangan bencana hingga situasi kembali kondusif.(SN)
#Polda NTT Penuh Kasih


