Polres Manggarai Hadir Berikan Trauma Healing dan Bantuan bagi Penyintas Gempa Bumi
tribratanewsmanggarai.com_
Polres Manggarai kembali menunjukkan kepedulian dan kehadirannya di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam gempa bumi. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, jajaran Polres Manggarai melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan trauma healing sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga dan anak-anak penyintas bencana di Tempode, Desa Salama, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA hingga pukul 14.00 WITA tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Manggarai menurunkan 3 personel Konselor Polres Manggarai yang turut didukung oleh 3 personel Konselor Polda NTB. Kehadiran para personel kepolisian tidak hanya untuk memberikan bantuan secara materiil, tetapi juga untuk memastikan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak penyintas, mendapatkan perhatian dan pendampingan.
Setibanya di lokasi, personel Polri berinteraksi langsung dengan warga dan anak-anak penyintas. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, para konselor berusaha membangun komunikasi yang nyaman sehingga masyarakat dapat menyampaikan perasaan, kekhawatiran, maupun pengalaman yang mereka rasakan setelah mengalami bencana gempa bumi.
Bagi Polres Manggarai, kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam situasi bencana merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan, perlindungan, perhatian, dan bantuan kemanusiaan.
Melalui kegiatan trauma healing, para konselor memberikan dukungan psikologis kepada warga dan anak-anak penyintas. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat mengurangi rasa takut, cemas, maupun tekanan emosional yang dapat muncul setelah mengalami bencana alam.
Khusus bagi anak-anak, pendekatan dilakukan secara lebih persuasif dan menyenangkan. Personel Polri berusaha menciptakan suasana yang lebih santai agar anak-anak dapat kembali merasa nyaman dan tidak terus-menerus dibayangi oleh pengalaman bencana yang mereka alami.
Kehadiran anggota Polri secara langsung di tengah-tengah para penyintas juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka tidak menghadapi situasi tersebut sendirian. Polri hadir bersama masyarakat untuk memberikan dukungan dan membantu proses pemulihan pascabencana.
Selain memberikan pendampingan psikologis, Polres Manggarai juga menyalurkan bantuan sosial berupa 10 paket sembako dan snack ringan kepada warga penyintas bencana. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat di lokasi terdampak. Dengan demikian, kehadiran personel kepolisian tidak sebatas memberikan bantuan dari kejauhan, tetapi benar-benar turun langsung untuk melihat kondisi warga, mendengarkan keluhan mereka, serta memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Polres Manggarai menyadari bahwa proses pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah maupun fasilitas yang terdampak, tetapi juga menyangkut pemulihan mental dan rasa aman masyarakat. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting dalam membantu para penyintas, terutama anak-anak, agar dapat secara perlahan kembali menjalani kehidupan normal.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sinergi antara Polres Manggarai dan Polda NTB dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Para personel konselor dari kedua satuan kepolisian bersama-sama memberikan pendampingan kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, empati, dan kepedulian.
Polisi hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan kesulitan warga ketika menghadapi musibah. Kehadiran personel di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan semangat kepada masyarakat agar tetap kuat dan optimistis dalam menghadapi masa pemulihan.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan setelah terjadinya gempa bumi, kehadiran Polri menjadi bentuk nyata pelayanan dan pengabdian. Personel Polres Manggarai terus berupaya memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman sekaligus dukungan moral dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam setiap situasi yang dihadapi masyarakat. Baik dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, maupun membantu masyarakat yang terdampak bencana, Polri berupaya hadir secara langsung dan memberikan manfaat nyata.
Kegiatan trauma healing dan pemberian bantuan sembako tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat menyambut baik kehadiran personel Polri yang turun langsung memberikan pendampingan dan bantuan.
Kehadiran Polri di tengah penyintas gempa bumi di Tempode menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi kemanusiaan. Polres Manggarai akan terus berupaya hadir, melayani, melindungi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam berbagai kondisi.
Polres Manggarai, hadir untuk masyarakat, hadir dalam setiap keadaan, dan hadir memberikan pelayanan dengan semangat kemanusiaan serta Presisi.(Alvzz)


