LANGKAH CEPAT PASCAGEMPA BUMI, KAPOLRES MANGGARAI LAKSANAKAN APEL SIAGA, PASTIKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT

LANGKAH CEPAT PASCAGEMPA BUMI, KAPOLRES MANGGARAI LAKSANAKAN APEL SIAGA, PASTIKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT
LANGKAH CEPAT PASCAGEMPA BUMI, KAPOLRES MANGGARAI LAKSANAKAN APEL SIAGA, PASTIKAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN MASYARAKAT

tribratanewsmanggarai.com-

 

Ruteng, Manggarai – Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., memerintahkan seluruh personel Polres Manggarai untuk meningkatkan kesiapsiagaan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, khususnya Kecamatan Reok dan Reok Barat, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data BMKG Manggarai, gempa bumi pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WITA dengan magnitudo 7,0, berlokasi pada 8,33 LS dan 121,32 BT atau sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebagai langkah cepat dalam mengantisipasi dampak bencana maupun potensi gempa susulan, Kapolres Manggarai langsung menggelar apel siaga yang diikuti seluruh personel Polres Manggarai. Kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, pengamanan, serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan agar seluruh personel tetap tenang, waspada, dan responsif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Personel juga diminta melakukan pemantauan menyeluruh terhadap kondisi lingkungan, bangunan, fasilitas umum, serta titik-titik yang berpotensi terdampak.

> “Seluruh personel harus tetap siaga dan peka terhadap situasi di lapangan. Utamakan keselamatan masyarakat serta lakukan langkah-langkah cepat apabila ditemukan adanya dampak akibat gempa maupun kemungkinan gempa susulan,” tegas AKBP Levi Defriansyah.

Dampak Gempa di Wilayah Reok

Akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan di Kecamatan Reok dilaporkan mengalami kerusakan berat. Di antaranya Swalayan Pagi Reo di kompleks pertokoan Kelurahan Reo, rumah milik Hubertus Titi, toko bangunan milik Wihelmus Doko, serta rumah milik Jhoni G. Plate.

Selain itu, tiga unit rumah di Lingkungan Naru, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, juga dilaporkan terbakar. Ketiga rumah tersebut masing-masing milik Samsi, M. Nur, dan Gilang. Ketiganya berada dalam posisi berimpitan, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Rensy (21), perempuan, karyawati Pepen Cell, beralamat di Gumbang, Desa Riung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan.

Upaya Evakuasi dan Penanganan di Lapangan

Personel Polsek Reo yang dipimpin Kapolsek Reo IPDA Joko Sugiarto, S.A.P., bersama masyarakat setempat terus melakukan upaya evakuasi secara manual terhadap korban yang diduga masih terjebak di dalam bangunan.

Berdasarkan informasi sementara, masih terdapat empat orang yang diduga terjebak, masing-masing dua orang di rumah milik Hubertus Titi dan dua orang di rumah milik Jhoni G. Plate. Proses evakuasi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan warga.

Kapolres Manggarai juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan patroli serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk BPBD, guna memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terpadu.

Pemantauan Fasilitas Umum dan Kesiapsiagaan Lanjutan

Selain fokus pada evakuasi, Polres Manggarai juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah fasilitas umum yang terdampak, termasuk Rumah Sakit Umum Benboy Ruteng serta sarana publik lainnya yang berpotensi mengalami kerusakan.

Polres Manggarai juga menyiapkan personel tambahan untuk membantu penanganan di wilayah Polsek Reo yang terdampak cukup parah, sekaligus memperkuat proses evakuasi dan pengamanan di lokasi bencana.

Imbauan kepada Masyarakat

Personel di lapangan juga diminta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Kapolres menegaskan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah kepanikan di tengah situasi darurat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

> “Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam situasi seperti ini. Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Kapolres.

Kesiapsiagaan dan Mitigasi Berkelanjutan

Saat ini Polres Manggarai terus melakukan mitigasi dampak gempa serta mengerahkan seluruh personel untuk patroli di wilayah terdampak guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga komunikasi, koordinasi lintas satuan, serta memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.

Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi kebencanaan.

Dengan sinergi seluruh pihak, Polres Manggarai berkomitmen hadir secara cepat, humanis, dan responsif dalam setiap kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.

Perkembangan penanganan bencana akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai situasi di lapangan.(SN)

# Polda NTT Penuh Kasih