POLRES MANGGARAI BERIKAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS, KONSELING USEFT BANTU WARGA PULIHKAN KONDISI MENTAL

POLRES MANGGARAI BERIKAN PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS, KONSELING USEFT BANTU WARGA PULIHKAN KONDISI MENTAL

tribratanewsmanggarai.com-

 

Manggarai – Polres Manggarai melalui personel yang memiliki kompetensi konseling kembali menunjukkan kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat. Pendampingan diberikan kepada seorang warga yang mengalami tekanan emosional berat akibat persoalan hubungan pribadi hingga sempat melakukan percobaan mengakhiri hidup.

Kegiatan terapi kesehatan mental tersebut dilaksanakan pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, bertempat di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai.

Terapi menggunakan metode USEFT (Ultra Simple Emotional Freedom Technique) yang diberikan oleh Briptu Yudi Harso, C.USEFT, selaku Konselor Terapi USEFT Polres Manggarai, didampingi Briptu Martinus T. Hambandima, S.Kep., Ns., C.USEFT.

Warga yang mendapatkan pendampingan tersebut diketahui bernama Ferdi, laki-laki berusia 30 tahun, seorang wiraswasta asal Pekanbaru, Riau. Yang bersangkutan datang ke Ruteng setelah sebelumnya menjalin komunikasi dengan seorang perempuan yang dikenalnya melalui permainan daring. Namun, setelah tiba di Ruteng, komunikasi dengan perempuan tersebut terputus sehingga yang bersangkutan mengalami tekanan emosional dan keputusasaan.

Mengetahui kondisi tersebut, masyarakat kemudian memberikan informasi kepada pihak Kepolisian. Personel piket SPKT Polres Manggarai selanjutnya melakukan penjemputan dan membawa yang bersangkutan ke Polres Manggarai untuk mendapatkan pendampingan serta penanganan awal.

Sesampainya di SPKT, konselor terlebih dahulu melakukan pendekatan secara humanis melalui perkenalan, membangun komunikasi, serta memberikan ruang aman bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan kondisi dan perasaannya.

Konselor juga menyampaikan empati dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, mengelola emosi secara sehat, serta tidak menghadapi persoalan berat seorang diri.

Dalam proses pemetaan kondisi emosional, yang bersangkutan mengungkapkan sejumlah perasaan negatif, di antaranya rasa putus asa, kecewa, marah, kebencian dan keinginan untuk mengakhiri hidup.

Untuk membantu mengendalikan emosi tersebut, konselor kemudian memberikan latihan teknik Sore Spot dan 17 Tapping sebagai bagian dari metode USEFT. Teknik tersebut diarahkan untuk membantu yang bersangkutan mengenali, mengelola dan menurunkan intensitas emosi negatif yang sedang dirasakan.

Pendampingan dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan penuh empati. Konselor memberikan penguatan agar yang bersangkutan mampu melihat persoalan secara lebih tenang, tidak mengambil keputusan secara impulsif, serta memahami bahwa setiap permasalahan dapat dicari jalan keluarnya dengan dukungan orang lain.

Setelah menjalani proses terapi selama kurang lebih satu jam, Ferdi mengaku merasa lebih tenang dan lega. Kondisi emosionalnya juga terlihat lebih stabil dibandingkan saat pertama mendapatkan pendampingan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Manggarai untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek kemanusiaan dan kesehatan mental warga yang sedang menghadapi persoalan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si. melalui jajarannya menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan pertolongan.

Polres Manggarai mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis. Dukungan keluarga, lingkungan sekitar dan bantuan profesional sangat penting untuk membantu seseorang melewati masa sulit.

“Jangan hadapi persoalan berat seorang diri. Ketika seseorang mengalami tekanan atau keputusasaan, segera cari bantuan dan ceritakan kepada orang yang dipercaya maupun pihak yang memiliki kompetensi untuk memberikan pendampingan.”

Melalui kegiatan tersebut, Polres Manggarai kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pelayanan Kepolisian yang humanis, responsif dan hadir bagi masyarakat, termasuk dalam membantu warga menghadapi persoalan psikologis dan situasi krisis.(SN)

#Polda NTT Penuh Kasih