SAT BINMAS POLRES MANGGARAI SOSIALISASIKAN BAHAYA LOVE SCAMMING DAN PORNOGRAFI KEPADA MAHASISWI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

SAT BINMAS POLRES MANGGARAI SOSIALISASIKAN BAHAYA LOVE SCAMMING DAN PORNOGRAFI KEPADA MAHASISWI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG
SAT BINMAS POLRES MANGGARAI SOSIALISASIKAN BAHAYA LOVE SCAMMING DAN PORNOGRAFI KEPADA MAHASISWI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG
SAT BINMAS POLRES MANGGARAI SOSIALISASIKAN BAHAYA LOVE SCAMMING DAN PORNOGRAFI KEPADA MAHASISWI UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Tribratanewsmanggarai.com_

Ruteng, 5 Juni 2026 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang semakin berkembang di era digital, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Manggarai melaksanakan kegiatan Sosialisasi Binredawan tentang bahaya Love Scamming dan Pornografi kepada mahasiswi Jurusan Ilmu Keperawatan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, bertempat di Lapangan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Manggarai, IPTU JONATHAN T. Lembang, bersama tujuh personel Sat Binmas Polres Manggarai, yakni AIPTU Seprianus Rasing, AIPDA Fransiskus, AIPDA Godlif Aplugi, AIPDA Hendro Taswan, AIPDA Maria Sirait, S.Sos., BRIGPOL Yuliana Kasi, serta personel lainnya yang tergabung dalam tim pembinaan dan penyuluhan masyarakat. Kehadiran personel Sat Binmas disambut baik oleh pihak kampus maupun para mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, mengenai berbagai ancaman yang dapat muncul melalui penggunaan teknologi informasi dan media sosial. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, berbagai bentuk kejahatan berbasis internet semakin marak terjadi dan menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan aplikasi komunikasi digital.

Dalam pemaparannya, IPTU JONATHAN T. Lembang menjelaskan bahwa salah satu bentuk kejahatan yang saat ini perlu diwaspadai adalah love scamming. Modus kejahatan ini dilakukan dengan cara membangun hubungan emosional secara intensif melalui media sosial, aplikasi pesan instan, maupun platform kencan daring. Pelaku biasanya berpura-pura menunjukkan perhatian, kasih sayang, dan kepedulian kepada korban hingga terjalin hubungan yang dekat dan penuh kepercayaan.

“Pelaku love scamming umumnya menggunakan identitas palsu dan berbagai cara untuk menarik simpati korban. Setelah korban merasa percaya dan memiliki ikatan emosional, pelaku mulai meminta bantuan berupa uang, transfer dana, atau berbagai bentuk keuntungan lainnya. Banyak korban yang mengalami kerugian materiil bahkan trauma psikologis akibat menjadi sasaran penipuan ini,” jelas IPTU JONATHAN T. Lembang di hadapan para peserta.

Para mahasiswi diberikan pemahaman mengenai berbagai ciri dan modus operandi pelaku love scamming, mulai dari penggunaan foto profil palsu, cerita kehidupan yang direkayasa, hingga berbagai alasan yang digunakan untuk meminta uang kepada korban. Sat Binmas juga mengingatkan agar para mahasiswa tidak mudah memberikan informasi pribadi, data perbankan, foto maupun video pribadi kepada orang yang baru dikenal melalui dunia maya.

Selain membahas bahaya love scamming, personel Sat Binmas juga memberikan edukasi terkait dampak negatif pornografi. Dalam penyampaian materi, dijelaskan bahwa pornografi tidak hanya berdampak pada aspek moral dan etika, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, pola pikir, hubungan sosial, serta masa depan generasi muda. Kemudahan akses internet saat ini membuat berbagai konten negatif dapat dengan mudah ditemukan apabila pengguna tidak memiliki kesadaran dan kontrol diri yang baik.

AIPDA Maria Sirait, S.Sos., dalam kesempatan tersebut mengajak para mahasiswi untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, media sosial dan internet memiliki banyak manfaat positif apabila digunakan secara benar, namun dapat menimbulkan berbagai dampak buruk apabila disalahgunakan.

“Sebagai generasi muda yang akan menjadi tenaga kesehatan dan agen perubahan di tengah masyarakat, mahasiswi harus mampu menjadi contoh dalam penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab. Hindari mengakses maupun menyebarkan konten pornografi karena selain berdampak buruk bagi diri sendiri, juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum,” ujar AIPDA Maria Sirait.

Dalam sesi dialog dan tanya jawab, para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Berbagai pertanyaan diajukan terkait cara mengenali akun palsu di media sosial, langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban penipuan online, hingga upaya menjaga keamanan data pribadi di dunia digital. Personel Sat Binmas memberikan penjelasan secara rinci dan mudah dipahami sehingga peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai keamanan digital.

Selain memberikan edukasi, Sat Binmas Polres Manggarai juga mengajak para mahasiswi untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat. Para peserta dihimbau untuk menjaga pergaulan yang positif, meningkatkan literasi digital, serta tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mengalami tindak pidana siber, penipuan online, maupun penyebaran konten yang melanggar hukum.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan kemitraan antara Polri dengan dunia pendidikan. Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Sat Binmas Polres Manggarai terus berupaya membangun kesadaran hukum masyarakat serta meningkatkan partisipasi generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, sejumlah hasil positif berhasil dicapai, di antaranya terjalinnya hubungan silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Sat Binmas Polres Manggarai dengan pihak Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, meningkatnya pemahaman mahasiswi mengenai bahaya dan modus operandi love scamming, meningkatnya kesadaran untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, bertambahnya pengetahuan mengenai dampak negatif pornografi, serta meningkatnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang dapat mengancam generasi muda.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pihak kampus menyampaikan apresiasi kepada Sat Binmas Polres Manggarai atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para mahasiswi mampu menjadi pribadi yang lebih cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi, sekaligus menjadi pelopor dalam mencegah penyebaran kejahatan siber di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sat Binmas Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada berbagai lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kabupaten Manggarai.(Alvzz)