ANTRIAN PANJANG PENGISIAN BBM DI REO, KAPOLSEK REO MONITORING STOK DAN HARGA BBM SERTA ATUR ARUS LALU LINTAS AGAR TETAP LANCAR
tribratanewsmanggarai.com-
Manggarai – Menyikapi meningkatnya aktivitas masyarakat yang melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) sehingga menimbulkan antrean kendaraan di Depot Pertamina dan sejumlah SPBU di Kecamatan Reok,
Kapolsek Reo IPDA Joko Sugiarto S.A.P,M.H, bersama personel Polsek Reo melakukan monitoring langsung terhadap ketersediaan stok BBM, stabilitas harga, serta pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, Senin (22/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Reo IPDA Joko Sugiarto. S.A.P,M.H , bersana. Panit Intelkam Polsek Reo AIPDA Oktaf Aktif Saidina melaksanakan monitoring di Depot Pertamina Reo dan SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Reo.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa ketersediaan BBM di Depot Pertamina Reo masih mencukupi kebutuhan masyarakat, dengan rincian stok Pertalite sebanyak 336 KL, Pertamina Dex 61 KL, Pertamax 25 KL, Bio Solar B40 sebanyak 918 KL, serta Minyak Tanah 915 KL. Sementara itu, stok BBM pada SPBU Karya Tiga Berlian dan SPBU Kumpul Bersaudara juga masih tersedia dan melayani masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolsek Reo menjelaskan bahwa antrean kendaraan yang terjadi merupakan dampak meningkatnya kebutuhan masyarakat setelah tidak adanya distribusi BBM pada hari Minggu. Meski demikian, proses pendistribusian BBM dari Depot Pertamina ke SPBU berjalan normal tanpa hambatan dan stok BBM dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Reok dan sekitarnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun potensi kecelakaan lalu lintas akibat antrean kendaraan, Kapolsek Reo mengerahkan personel Polsek Reo melaksanakan penjagaan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.
Kehadiran personel di lapangan berhasil mengurai kepadatan kendaraan sehingga arus lalu lintas tetap berjalan lancar, aman, dan kondusif.
Selain melakukan pengamanan, Kapolsek Reo juga memberikan imbauan kepada seluruh pengelola Depot Pertamina maupun SPBU agar tidak melayani pengisian BBM menggunakan jeriken tanpa dokumen atau rekomendasi resmi. Langkah tersebut merupakan upaya mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Kami mengingatkan seluruh pengelola SPBU agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku dan tidak melayani pembelian BBM menggunakan jeriken tanpa dokumen resmi. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” tegas Kapolsek Reo.
Kapolsek Reo juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, sabar, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya terkait ketersediaan BBM. Masyarakat diminta untuk memperoleh informasi dari sumber resmi serta tetap menjaga ketertiban selama melakukan pengisian BBM.
Lebih lanjut, masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Apabila melihat, mendengar, atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun penyalahgunaan distribusi BBM, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian, baik secara langsung maupun melalui layanan Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kapolsek Reo menegaskan bahwa Polsek Reo akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pengawasan distribusi BBM, pengamanan aktivitas masyarakat, serta pengaturan lalu lintas guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Reo.
Selama kegiatan monitoring berlangsung situasi terpantau aman dan terkendali. Proses distribusi BBM berjalan lancar, pelayanan di SPBU berlangsung tertib, serta arus lalu lintas tetap normal berkat kehadiran personel Polsek Reo di lapangan.(SN)
# Polri untuk masyarakat
#Polda NTT Penuh Kasih


