Satpolairud Polres Manggarai Gelar Patroli KRYD di Pesisir Wae Pesi, Imbau Nelayan Waspadai Gempa Susulan dan Potensi Tsunami

Satpolairud Polres Manggarai Gelar Patroli KRYD di Pesisir Wae Pesi, Imbau Nelayan Waspadai Gempa Susulan dan Potensi Tsunami
tribratanewsmanggarai.com_

MANGGARAI – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Manggarai terus meningkatkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah pesisir dan perairan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan sambang kepada masyarakat nelayan di pesisir Sungai Wae Pesi, Lingkungan Baru Timur, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WITA tersebut dilaksanakan oleh KBO Satpolairud Polres Manggarai, AIPTU Irfan. Dalam pelaksanaannya, personel menyambangi warga pesisir, khususnya para nelayan yang hendak melaut serta masyarakat yang sedang melakukan aktivitas menjemur ikan di sekitar pesisir Sungai Wae Pesi.

Patroli dan sambang tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk memastikan situasi keamanan di wilayah pesisir tetap kondusif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Dalam kesempatan itu, AIPTU Irfan memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat dan para nelayan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi alam, terutama terkait potensi gempa susulan dan kemungkinan terjadinya tsunami menyusul aktivitas gempa yang terjadi.

Masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan informasi maupun peringatan resmi dari pihak berwenang serta selalu memperhatikan perkembangan situasi sebelum melakukan aktivitas di wilayah pesisir maupun melaut. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya keadaan darurat yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Selain itu, para nelayan diingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan ketika melaut dan menangkap ikan. Sebelum berangkat, nelayan diharapkan memperhatikan kondisi cuaca, memperhitungkan kemampuan perahu, serta menghindari aktivitas di laut apabila kondisi alam dinilai tidak aman. Kewaspadaan terhadap cuaca buruk dan gelombang tinggi juga menjadi perhatian utama dalam penyampaian pesan keselamatan tersebut.

Satpolairud Polres Manggarai menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas di perairan. Para nelayan diharapkan tidak memaksakan diri untuk melaut ketika menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan, karena keselamatan jiwa merupakan hal yang paling utama.

Tidak hanya berfokus pada keselamatan pelayaran, kegiatan sambang tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat nelayan. Melalui pendekatan langsung, personel kepolisian mengajak warga agar berperan aktif dalam membantu mencegah berbagai bentuk tindak pidana, khususnya yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir dan perairan.

Masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Partisipasi aktif masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menciptakan lingkungan pesisir yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Dalam kegiatan tersebut, Satpolairud Polres Manggarai juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan kawasan pesisir Sungai Wae Pesi. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, serta mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat nelayan.

Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesisir menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat yang menggantungkan kehidupan sehari-hari pada sumber daya perairan. Dengan lingkungan yang terawat, aktivitas nelayan maupun kegiatan masyarakat lainnya di sekitar sungai diharapkan dapat berlangsung dengan lebih baik.

Selain itu, personel juga memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Masyarakat pesisir diimbau agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan atau perekrutan yang tidak jelas, serta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan pekerjaan dengan janji tertentu tanpa informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Satpolairud Polres Manggarai mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi perekrutan mencurigakan atau dugaan tindak pidana perdagangan orang. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mempersempit peluang terjadinya tindak pidana yang dapat merugikan warga.

Pada kesempatan yang sama, para nelayan juga diingatkan agar tidak menggunakan bahan peledak maupun metode penangkapan ikan yang melanggar hukum. Penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan tidak hanya membahayakan keselamatan manusia, tetapi juga dapat merusak ekosistem perairan dan mengancam keberlanjutan sumber daya ikan.

Karena itu, masyarakat nelayan diharapkan senantiasa menggunakan cara penangkapan ikan yang aman, sesuai ketentuan, serta tidak merusak lingkungan. Kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian perairan agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.

Pelaksanaan patroli KRYD dan sambang ini menunjukkan komitmen Satpolairud Polres Manggarai dalam menghadirkan pelayanan kepolisian di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan. Kehadiran personel tidak hanya bertujuan melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Dengan adanya komunikasi langsung antara petugas dan masyarakat, diharapkan berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini. Masyarakat juga diharapkan semakin memahami pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman bencana, keselamatan saat melaut, pencegahan tindak pidana, serta perlindungan terhadap lingkungan pesisir.

Berdasarkan laporan situasi Satpolairud Polres Manggarai pada Senin (12/10/2026), tidak terdapat laporan tindak pidana maupun kecelakaan air atau laut. Pada hari yang sama, kegiatan patroli dan pemeriksaan kapal, patroli dan pengamanan pelabuhan, pembinaan masyarakat perairan, serta kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR) juga dilaporkan nihil.

Satpolairud Polres Manggarai berharap kegiatan preventif seperti patroli dan sambang dapat terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah pesisir Kabupaten Manggarai.

Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, para nelayan diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berperan aktif dalam mencegah segala bentuk pelanggaran hukum di wilayah perairan.

Satpolairud Polres Manggarai mengimbau seluruh masyarakat pesisir untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi alam demi terciptanya wilayah perairan yang aman, tertib, dan kondusif.(Alvzz)