SATPAS 1642 MANGGARAI GELAR PENERANGAN DAN PELATIHAN UJIAN PRAKTIK SIM C UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KESELAMATAN BERKENDARA MASYARAKAT

SATPAS 1642 MANGGARAI GELAR PENERANGAN DAN PELATIHAN UJIAN PRAKTIK SIM C UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KESELAMATAN BERKENDARA MASYARAKAT
SATPAS 1642 MANGGARAI GELAR PENERANGAN DAN PELATIHAN UJIAN PRAKTIK SIM C UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KESELAMATAN BERKENDARA MASYARAKAT

tribratanewsmanggarai.com_

Manggarai, 10 Juni 2026 – Sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai melalui SATPAS 1642 Manggarai melaksanakan kegiatan Penerangan dan Pelatihan Ujian Praktik SIM C bagi masyarakat pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, mulai pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Lapangan Ujian Praktik SATPAS 1642 Manggarai.

Kegiatan ini merupakan salah satu program pelayanan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai tata cara dan mekanisme pelaksanaan ujian praktik SIM C, sekaligus meningkatkan keterampilan berkendara yang aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan lalu lintas yang berlaku.

Pelaksanaan kegiatan dipandu langsung oleh dua personel penguji SIM dari SATPAS 1642 Manggarai, yaitu AIPDA Komang Budiawan dan BRIPKA Marselus Wesa. Kedua personel tersebut memberikan pembinaan, arahan, serta pelatihan secara langsung kepada masyarakat yang sedang mengurus permohonan SIM C. Para pemohon diberikan kesempatan untuk memahami berbagai tahapan ujian praktik, mengenal lintasan ujian, serta mempelajari teknik berkendara yang benar sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, petugas terlebih dahulu memberikan penerangan mengenai pentingnya kepemilikan SIM sebagai bukti legitimasi kompetensi seseorang dalam mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya. Selain sebagai syarat administratif, SIM juga menjadi indikator bahwa seorang pengendara telah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran hukum dalam berlalu lintas. Oleh karena itu, setiap pemohon SIM perlu memahami seluruh proses ujian dengan baik agar mampu mengemudikan kendaraan secara aman dan bertanggung jawab.

Selanjutnya, para peserta diberikan penjelasan mengenai materi ujian praktik SIM C yang meliputi kemampuan dasar mengendalikan sepeda motor, menjaga keseimbangan kendaraan, teknik pengereman yang benar, kemampuan bermanuver, serta pemahaman terhadap rambu-rambu dan etika berlalu lintas. Petugas juga menjelaskan berbagai kesalahan yang sering dilakukan peserta saat mengikuti ujian praktik sehingga dapat dihindari ketika pelaksanaan ujian berlangsung.

Tidak hanya memberikan materi secara teori, personel penguji juga mengajak para pemohon untuk langsung mempraktikkan teknik berkendara di lintasan ujian. Para peserta diberikan kesempatan untuk mencoba lintasan secara berulang dengan didampingi oleh petugas. Setiap peserta mendapatkan evaluasi dan masukan terkait teknik berkendara yang dilakukan sehingga dapat memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kemampuannya sebelum mengikuti ujian praktik yang sebenarnya.

Melalui kegiatan ini, Satpas 1642 Manggarai berupaya menghilangkan persepsi bahwa ujian praktik SIM merupakan sesuatu yang sulit. Sebaliknya, petugas memberikan pendampingan dan edukasi secara humanis agar masyarakat dapat memahami bahwa tujuan utama ujian praktik adalah memastikan setiap pengendara memiliki kemampuan yang memadai untuk berkendara dengan aman di jalan raya. Dengan demikian, keselamatan pengendara, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya dapat terjamin.

Selain memberikan pelatihan teknis, petugas juga menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas kepada seluruh peserta. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta menghindari perilaku berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas dinilai menjadi faktor utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan penerangan dan pelatihan ini mendapat respons positif dari masyarakat pemohon SIM. Para peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya pembekalan dan latihan yang diberikan oleh petugas sebelum mengikuti ujian praktik. Selain meningkatkan kepercayaan diri, kegiatan tersebut juga menambah wawasan dan pemahaman mereka mengenai teknik berkendara yang baik dan benar.

Kasat Lantas Polres Manggarai, IPTU Al Fathan Bimo Pratama, S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Manggarai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas. Melalui pendekatan edukatif dan humanis, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu memenuhi persyaratan administrasi untuk memperoleh SIM, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesadaran yang tinggi dalam berlalu lintas sehingga dapat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

Dengan terselenggaranya kegiatan penerangan dan pelatihan ujian praktik SIM C tersebut, diharapkan terwujud generasi pengendara yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Manggarai. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan.(Alvzz)