Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2026 Digelar di Satar Mese, Polres Manggarai Dukung Ketahanan Pangan
Tribratanewsmanggarai.com- Manggarai – Kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 13.30 Wita, bertempat di lahan milik warga Kelompok Tani (Poktan) Tanjung Tilir, Kampung Ndaong, Desa Satar Loung, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak menggunakan sarana Zoom sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Panen raya dipimpin langsung oleh Wakapolres Manggarai, Mei Charles Sitepu dan dihadiri sejumlah pejabat utama Polres Manggarai serta unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabag Ops Polres Manggarai AKP Toni Ndapa, Kabag SDM AKP Orlando Dos Reis Alves, Kasubbag Binkar AKP Ferdi Baduk, Kasubbag Watpers IPTU I Geda Pindra, Kasat Reskrim IPTU Donatus Sare, Kasat Samapta IPTU Bagus Suartono, Kapolsek Satar Mese IPTU Kiki Bachsoan, Danramil 1612-05 Satar Mese PELTU Setiyo Yubuwono, Camat Satar Mese Yohanes Paulus Jenahat, Kepala Desa Satar Loung bersama perangkat desa, Ketua Poktan Tanjung Tilir beserta anggota, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, PPL Desa Satar Loung, serta anggota Satgas Ketahanan Pangan Pertanian Satar Mese.
Kegiatan diawali dengan prosesi penjemputan secara adat Manggarai “Tuak Kapu” oleh Ketua Kelompok Tani Tanjung Tilir, Arnol Amput, yang didampingi Ketua Gapoktan, Petrus Nugut. Prosesi adat tersebut menjadi simbol penghormatan dan kebersamaan dalam mendukung sektor pertanian masyarakat.
Jagung yang dipanen merupakan jenis komposit yang ditanam di atas lahan seluas kurang lebih 0,016 hektare. Dari hasil panen tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1 ton atau kurang lebih 6.000 kilogram jagung.
Wakapolres Manggarai dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan panen raya serentak ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.


